• Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
facebook twitter instagram pinterest Email
Powered by Blogger.

/ha●la●man/

Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif (tengah), menjawab pertanyaan peserta Pemutaran Film & Ngobrol Santai dengan KPK di Erasmus Huis, Kuningan, Jakarta Selatan. (27/03/2019)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak masyarakat Indonesia untuk mencegah korupsi melalui pemutaran dan diskusi film. Tiga film diputarkan pada Rabu, 27 Maret 2019 dari hasil karya para peserta Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) yang telah lulus kurasi oleh KPK tahun lalu.

Pemutaran film dan diskusi "santai" bersama Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif dilaksanakan di Erasmus Huis, Kuningan, Jakarta Selatan. KPK turut mengundang salah satu sutradara film "Sekeping Tanggung Jawab" yang lulus kurasi, Fitto E. Arunfieldo, untuk membagikan pengalamannya dalam proses pembuatan film. Fitto mengakui alasannya ikut kompetisi ACFFEST 2018 berangkat dari keresahannya.



Film-film yang diputarkan mendapatkan apresiasi dari para penonton karena dapat menyampaikan ironi dalam komedi. Nilai anti korupsi yang disampaikan melalui film diperlihatkan dari hal kecil dalam keseharian kita.

Menurut Laode, pencegahan korupsi dapat dimulai dari hal kecil seperti di rumah dan sekolah. Ia menambahkan, kampanye untuk menanamkan pencegahan korupsi lebih baik disalurkan melalui media lain yaitu film sambil didiskusikan agar pesannya dapat tersampaikan.

Laode berharap awak media ikut membantu KPK dalam mencegah korupsi dengan meliput kegiatan seperti diskusi film ini, tidak hanya saat KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) saja.



Film yang lulus kurasi pada ACFFEST 2018 akan disebarluaskan di media sosial KPK. Selain itu, KPK berencana untuk memutarkan film tersebut sebagai teaser di bioskop. KPK juga bersedia untuk diundang instansi atau komunitas yang ingin berdiskusi mengenai pencegahan korupsi melalui pemutaran film. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang melihat film ini akan mengenal nilai kejujuran dari tanggungjawab kecil.

Reporter: Naura Nady Salsabila

Artikel ini untuk memenuhi tugas Audio Reporting mata kuliah Multimedia News Reporting
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Akhir pekan bagi sebagian mahasiswa merupakan waktu yang ditunggu-tunggu setelah beraktivitas di kampus selama lima hari. Ada yang pergi berlibur, pulang ke rumah orang tua, atau melanjutkan istirahat di kos maupun rumah. Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, Ruth Audrey, pada pukul 7.30 pagi sudah siap untuk beraktivitas di hari Sabtunya. Ia akan membagikan ilmunya kepada mahasiswa dari UPN “Veteran” Jakarta.



Untuk sampai ke tempatnya mengajar, Ruth menempuh perjalanan dengan beberapa kendaraan umum. Ruth berangkat dari kosnya yang terletak di belakang Universitas Indonesia (UI) menuju halte Fakultas Teknik UI untuk menunggu Bis Kuning (Bikun) yang dapat mengantarkannya ke Stasiun Universitas Indonesia.

Ruth berjalan menuju Halte Bikun Fakultas Teknik UI

Ruth menaiki Bis Kuning

Sesampainya di Stasiun UI, Ruth menaiki Kereta Rel Listrik (KRL) arah Jakarta lalu turun di Stasiun Lenteng Agung. Ia menghabiskan ongkos untuk KRL sebesar Rp3000. Dari Stasiun Lenteng Agung, untuk sampai ke tempat mengajarnya ia memesan ojek online yang menghabiskan ongkos sebesar Rp12.000. Perempuan berusia 20 tahun ini tidak khawatir dengan uang yang ia keluarkan untuk ongkos karena startup yang menaunginya sebagai guru, The Maps, memberikan uang akomodasi sebesar Rp30.000.



Perjalanan dari Depok menuju Pondok Labu menghabiskan waktu selama 1 jam. Ruang kelas tempatnya mengajar terletak di Fakultas Hukum UPN "Veteran" Jakarta. Walaupun kelasnya berada di Fakultas Hukum, murid yang diajarkan Ruth berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.




Kelas tempat Ruth mengajar


Kelas dimulai pukul 09.00, Ruth sudah tiba di kelas setengah jam sebelumnya. Sambil mengisi waktu luangnya, ia mempersiapkan soal-soal untuk mengulas kembali pelajaran yang dia ajarkan minggu lalu.


Hampir pukul 09.00, para murid kelas itu mulai berdatangan. Total yang datang hari ini ada 13 orang. Menurut Ruth, biasanya murid yang datang bisa sampai 25 orang, sisanya sedang menghadiri acara wisuda yang dilaksanakan UPN "Veteran" Jakarta.

Ruth mengajar di kelas

Murid di kelas yang sedang memerhatikan Ruth

Salah satu murid baru memperkenalkan diri

Kelas diawali dengan ulasan materi minggu lalu dengan soal-soal menggunakan konsep games. Para murid yang usianya tidak jauh dari Ruth, sekitar 17-21 tahun, mengikuti kelas yang diadakan The Maps untuk belajar grammar dasar. Hari ini, mereka akan belajar lebih lanjut mengenai past tense.


Satu jam telah berlalu. Materi telah disampaikan Ruth dan pertanyaan para murid telah terjawab. Waktu menunjukkan tepat pukul 10.00, saatnya para murid saling mengevaluasi satu sama lain dengan setiap orang dalam kelompoknya membaca suatu artikel lalu diceritakan kembali isi artikel tersebut. Para murid satu sama lain menilai bagaimana tata bahasa yang digunakan dan pengejaan yang disampaikan. Ruth memantau masing-masing kelompok lalu menulis ulang kata yang masih dieja dengan salah.




Setelah selesai aktivitas evaluasi, Ruth mengoreksi beberapa ejaan yang masih salah dieja oleh murid-muridnya. Selesainya sesi ini menandakan telah berakhir kelas hari ini. Para murid akan kembali lagi mengikuti kelas Sabtu depan.








Menurut Ruth, menghabiskan waktu 2 jam pada hari Sabtu untuk mengajar tidak mengganggu waktu liburan ataupun istirahatnya. Dari kegiatan mengajar tersebut, ia mendapatkan pengalaman baru yang tidak bisa didapatkan di kampus. Ia merasa dari kegiatan mengajar ini dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi baik di depan umum maupun secara personal. Selain itu, ia mendapatkan pemasukan di luar biaya akomodasi yang dapat mengurangi uang bulanan yang diberikan kedua orang tuanya. Ruth merasa senang dapat membagikan ilmu yang ia kuasai. Menurutnya, mengisi kegiatan di luar kampus harus diikuti dengan minat dan kemampuan yang kita kuasai.









Reporter: Naura Nady Salsabila
Fotografer: Naura Nady Salsabila
NPM: 1606916541

(tulisan untuk memenuhi tugas Photo Essay Multimedia News Reporting)
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts

About me


Welcome to my page. As a journalism studies student, i post my writings here. Feel free to discuss about topics on my writings. Cheers!

Popular Posts

  • Yang Ditunggu Saat 'Pulang' ke Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur
    “Ngangeni”. Itu lah satu kata yang dilontarkan Jaya Indra Hermawan, pemudik asal Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur ketika dita...
  • Beda Manajemen Sampah Tiap Fakultas di UI Sebabkan Inefisiensi Pengolahan Sampah
    Masing-masing fakultas di Universitas Indonesia memiliki regulasi yang berbeda dalam manajemen pemilahan sampah. Hal ini dapat berpengaruh...
  • Unjuk Startup Karya Anak UI di COMPFEST 2019
    Suasana acara COMPFEST 2019 di Balairung Universitas Indonesia (29/9/2019) COMPFEST 2019 memberikan kesempatan kepada Mahasiswa Univ...

Search This Blog

recent posts

Blog Archive

  • December 2019 (2)
  • November 2019 (2)
  • October 2019 (3)
  • September 2019 (2)
  • June 2019 (1)
  • May 2019 (3)
  • April 2019 (2)
  • March 2019 (3)

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram

Report Abuse

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates