• Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
facebook twitter instagram pinterest Email
Powered by Blogger.

/ha●la●man/

Demo mahasiswa yang berlangsung di depan Gedung DPR MPR RI membawa keuntungan bagi pedagang asongan. 

Demo tanggal 24 September 2019 yang didatangi mahasiswa berbagai universitas, petani, buruh, dan beberapa kalangan masyarakat memberikan keuntungan kepada para pedagang asongan di wilayah sekitar. Hal ini tidak disangka oleh mereka yang berjualan di wilayah . Salah satunya Nur, seorang pedagang usia 43 tahun ini meraup untung hingga Rp 4 juta pada hari itu.

Nur, pedagang asongan yang berhasil meraup untung saat demo mahasiswa (24/09/2019) (Sumber: kompas.com)

Nur menjual air mineral dan mie instan kemasan pada hari itu. Nur membandrol air mineral seharga Rp 5.000 sedangkan mie instan kemasan Rp 15.000. Dikutip dari kompas.com, Nur telah berhasil menjual 200 mie instan kemasan dengan omzet  kotor Rp 4 juta.

Tidak hanya Nur, seorang pedagang minuman, Adrian juga merasakan keuntungan yang sama. Laki-laki berusia 36 tahun itu berhasil mendapatkan untung bersih Rp 1 juta pada saat demo berlangsung. Angka tersebut merupakan 10 kali lipat dari biasanya ia berjualan di Pasar Tanah Abang. Adrian menjajakan dagangannya di dekat flyover Slipi, tempat di mana banyak polisi dan masyarakat berkerumun. "Sudah biasa keliling saat demo begini. Gak takut saya, demi anak dan istri," kata Adrian dikutip dari idntimes.com.

Adrian, pedagang minuman sekitar flyover Slipi yang berhasil mendapatkan keuntungan saat demo mahasiswa (24/09/2019) (Sumber: idntimes.com)


Aksi yang dilakukan pada Selasa, 24 September 2019 diikuti oleh mahasiswa, buruh, petani, dan kalanngan lainnya. Mereka menyuarakan 7 tuntutan pada hari itu yang meliputi penolakan terhadap RKUHP dan beberapa RUU, penolakan pimpinan KPK baru, penolakan TNI & Polri menempati jabatan sipil, keadilan untuk Papua, penolakan kriminalisasi aktivis, penghakiman untuk korporasi yang menyebabkan Karhutla, dan penuntasan pelanggaran HAM. Demo mahasiswa yang berawal damai, diakhiri dengan kerusuhan yang diduga oleh oknum tertentu.

Sumber:
https://megapolitan.kompas.com/read/2019/09/24/16064201/untung-rp-4-juta-pedagang-asongan-ini-berharap-demo-mahasiswa-berlangsung
https://www.idntimes.com/news/indonesia/helmi/berani-berjualan-saat-demo-pedagang-gak-takut-saya-demi-anak-istri/full

Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Suasana acara COMPFEST 2019 di Balairung Universitas Indonesia (29/9/2019)
COMPFEST 2019 memberikan kesempatan kepada Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang baru merintis startup untuk diperkenalkan ke publik.

Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berkesempatan untuk mengenalkan Startup karya mereka di acara puncak COMPFEST 2019. Setidaknya ada dua Startup karya mahasiswa UI yang ikut serta membuka booth di acara yang diselenggarakan pada 28-29 September 2019 di Balairung Universitas Indonesia tersebut. Sama seperti Startup yang sudah berdiri lama maupun menyandang gelar Decacorn maupun Unciorn, dua startup karya mahasiswa UI diperkenalkan ke publik dalam acara tersebut.

Salah satunya adalah startup bernama adavendor. Startup ini menyediakan fasilitas vendor untuk memenuhi keperluan acara. Belum setahun beroperasi, startup yang dibangun oleh mahasiswa FISIP ini sudah bekerjasama dengan 31 vendor, 8 talenta, dan 5 event organizer. Melalui acara COMPFEST 2019, adavendor dapat meningkatkan paparan mereka ke publik. Menurut Salvia Hidayat, Business Development adavendor yang masih menyandang status mahasiswa, COMPFEST membantu adavendor menemukan klien baru.


Salvia Hidayat, Business Development Adavendor memberikan penjelasan mengenai Adavendor (29/9/19)

Selain itu, terdapat startup karya mahasiswa UI lain bernama Mentoria Indonesia. Mentoria merupakan startup yang fokus kepada pendidikan khususnya pengembangan passion anak muda. Terdapat tiga kelas yang dapat diikuti sejak 10 bulan startup ini berdiri. Putra Prakoso, CEO Mentoria Indonesia yang merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, mengaku mendapatkan banyak respon setelah membuka booth di COMPFEST 2019


Putra Prakoso, CEO Mentoria Indonesia menjelaskan startupnya kepada pengunjung (29/9/2019)

COMPFEST 2019 merupakan acara yang diselenggarakan dari bulan Mei 2019. Salah satu tujuan dari acara ini yaitu memperkenalkan masyarakat terhadap teknologi informasi. Selain itu, mereka juga bertujuan memperkenalkan beberapa startup yang belum dikenal di masyarakat. Fadhlan Hafiz Permana, Ketua Acara COMPFEST 2019 menganggap edukasi teknologi informasi di Indonesia masih kurang sehingga acara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat penting dan dekatnya teknologi informasi.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About me


Welcome to my page. As a journalism studies student, i post my writings here. Feel free to discuss about topics on my writings. Cheers!

Popular Posts

  • Yang Ditunggu Saat 'Pulang' ke Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur
    “Ngangeni”. Itu lah satu kata yang dilontarkan Jaya Indra Hermawan, pemudik asal Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur ketika dita...
  • Beda Manajemen Sampah Tiap Fakultas di UI Sebabkan Inefisiensi Pengolahan Sampah
    Masing-masing fakultas di Universitas Indonesia memiliki regulasi yang berbeda dalam manajemen pemilahan sampah. Hal ini dapat berpengaruh...
  • Unjuk Startup Karya Anak UI di COMPFEST 2019
    Suasana acara COMPFEST 2019 di Balairung Universitas Indonesia (29/9/2019) COMPFEST 2019 memberikan kesempatan kepada Mahasiswa Univ...

Search This Blog

recent posts

Blog Archive

  • December 2019 (2)
  • November 2019 (2)
  • October 2019 (3)
  • September 2019 (2)
  • June 2019 (1)
  • May 2019 (3)
  • April 2019 (2)
  • March 2019 (3)

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram

Report Abuse

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates