• Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
facebook twitter instagram pinterest Email
Powered by Blogger.

/ha●la●man/


“Ngangeni”. Itu lah satu kata yang dilontarkan Jaya Indra Hermawan, pemudik asal Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur ketika ditanya mengenai kuliner khas di daerahnya. Rasanya yang ‘ngangeni’ atau ‘bikin kangen’ itu yang ia tunggu-tunggu dari mie combor, makanan khas Kraksaan. Jaya mengadu nasib di Malang. Setiap pulang ke Kraksaan saat momen lebaran, ia menyempatkan diri untuk makan mie combor. 




Sani, penjual yang menyebut dirinya sebagai generasi kedua dari peracik mie combor pertama, menyatakan kuliner ini sudah dihidangkan sejak tahun 1951. Peracik pertamanya bernama Siswono yang akrab dipanggil “Haji Siswo”. Sani menjelaskan kenapa kuliner khas Kraksaan itu dinamakan “mie combor”.




Menurut Sani, yang membuat mie combor berbeda dari jenis mie lainnya adalah proses memasak yang menggunakan arang. Ia tidak menggunakan kompor demi mempertahankan cita rasanya. Bumbu yang digunakan adalah merica, garam, bawang putih, dan kecap.


Proses awalnya adalah merebus mie beserta kecambah atau tauge dengan air di atas tungku arang. Setelah matang, wajan berisi rebusan mie itu dipindahkan ke panci besar.


Setelah itu ditaruh ke masing-masing piring untuk diberikan lauk tambahan berupa suwiran ayam dan telur asin.



Mie combor siap disajikan. Tersedia opsi untuk pelanggan. Jika ingin merasakan pedas, tinggal tambahkan cabai rawit yang ada di setiap meja. Kalau ingin tambah segar dan asam, tinggal ditambah perasan jeruk limau yang tersedia di setiap meja. 



Kita dapat menemui Warung Mie Combor Bu Sani di samping Alun-Alun Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Warung ini satu-satunya yang mempelopori mie combor. Satu porsi mie combor dipatok harga Rp12.000. Selama musim lebaran, harga mie combor tidak naik. Mereka mulai membuka warungnya dari pukul 17.00 sampai pukul 01.00 jika stok masih tersedia. Sani mengatakan, saat musim lebaran stok mereka habis pada pukul 23.00. Mie combor dapat dijadikan opsi ketika jenuh dengan makanan bersantan saat lebaran.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About me


Welcome to my page. As a journalism studies student, i post my writings here. Feel free to discuss about topics on my writings. Cheers!

Popular Posts

  • Yang Ditunggu Saat 'Pulang' ke Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur
    “Ngangeni”. Itu lah satu kata yang dilontarkan Jaya Indra Hermawan, pemudik asal Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur ketika dita...
  • Beda Manajemen Sampah Tiap Fakultas di UI Sebabkan Inefisiensi Pengolahan Sampah
    Masing-masing fakultas di Universitas Indonesia memiliki regulasi yang berbeda dalam manajemen pemilahan sampah. Hal ini dapat berpengaruh...
  • Unjuk Startup Karya Anak UI di COMPFEST 2019
    Suasana acara COMPFEST 2019 di Balairung Universitas Indonesia (29/9/2019) COMPFEST 2019 memberikan kesempatan kepada Mahasiswa Univ...

Search This Blog

recent posts

Blog Archive

  • December 2019 (2)
  • November 2019 (2)
  • October 2019 (3)
  • September 2019 (2)
  • June 2019 (1)
  • May 2019 (3)
  • April 2019 (2)
  • March 2019 (3)

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram

Report Abuse

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates