• Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
facebook twitter instagram pinterest Email
Powered by Blogger.

/ha●la●man/


Memilih kegiatan kampus yang sesuai karir impian belum tentu membuat kita yakin akan cita-cita itu. 

Berawal dari impian untuk meniti karir di industri televisi, Alma Rizki Shadrina (21), sudah memasuki tahun ketiganya di TVUI. Perempuan yang akrab dipanggil Alma ini sekarang menjabat sebagai produser salah satu program di TVUI.

Perjalanan Alma sampai posisinya sekarang diwarnai suka dan duka. Tahun 2017 silam, berbagai organisasi melakukan rekrutmen terbuka anggota untuk mahasiswa baru. Kebetulan Alma masih terhitung sebagai mahasiswa baru saat itu. Salah satu temannya mengirimkan pengumuman rekrutmen terbuka anggota komunitas televisi di UI, TVUI, kepada Alma. Alma tidak pikir panjang untuk mendaftar, karena ia memang memiliki impian untuk jadi kru TV. Alasan lainnya itu peminatan Industri Kreatif Penyiaran (IKP) yang dia inginkan di jurusannya, Ilmu Komunikasi, sudah tidak ada lagi.

Lalu akhirnya ia diterima sebagai anggota. Perjalanannya sebagai anggota hanya satu semester. Pada semester berikutnya, semester 3, Alma langsung dipercaya menjadi produser program Lingkar UI. Ia merupakan  anggota yang terhitung cepat naik jabatan dibandingkan teman angkatan lainnya. Bekal meliput, mengedit, dan membuat naskah sudah ia  terima saat menjadi anggota. Akhirnya, ia menjadi angkatan 2016 pertama sebagai produser.

Ternyata beban yang Alma emban lebih berat lagi setelah menjadi produser. Ia harus memantau proses dari pra produksi sampai pasca produksi. Akan tetapi bebannya tidak terasa berat karena lingkungan yang membuat Alma nyaman.

(soundbite alma)

Pengalaman yang tidak dapat dilupakan Alma selama menjabat di TVUI adalah ketika meliput ke daerah Ujung Kulon. Ia tidak mengira kalua harus melalui perjalanan yang jauh. Itu di luar dugaannya. Untuk masuk ke daerah itu juga melalui jalan kecil yang sulit dilalui.

Selain itu, ia pernah keluar dari zona nyamannya. Pada saat meliput acara Gelar Jepang Universitas Indonesia 2018, Alma harus memberanikan diri untuk masuk ke rumah hantu untuk mendapatkan gambar yang bagus.

Pengalaman menyenangkan Alma selama tiga tahun di TVUI ternyata tidak membuat ia lebih yakin untuk melanjutkan cita-citanya menjadi kru TV. Memasuki bulan Juli 2019, Alma mulai magang di salah satu stasiun televisi sebagai reporter. Melihat bagaimana industri TV yang sebenarnya, membuat Alma ragu akan cita-citanya yang dulu. Kini, ia justru memikirkan cita-cita yang baru sebagai ahli marketing.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Artception 2019 pameran seni mahasiswa Ilmu Komunikasi UI dilaksanakan di toko Mata Lokal, M Bloc Space, Jakarta Selatan (9/11/19)


Insecurity atau perasaan tidak aman banyak menghantui orang. Kali ini tidak untuk Rani. Ia menjadi lebih berani menunjukkan dirinya melalui karyanya yang dipamerkan di Artception 2019.

Memvisualisasi apa yang ada di pikiran melalui gambar sudah lama digeluti, namun membagikan karyanya ke publik baru berani dilakukan sekarang. Khawatir akan komentar orang lain, Rani Chintya Kasih (21), akhirnya menunjukkan karyanya ke publik di pameran Artception 2019. Butuh waktu sekitar 3 tahun hingga ia berani untuk memamerkan karyanya.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia itu mulai berpikir untuk mengumpulkan karya ke suatu pameran setelah didorong temannya. “Gua lihat Artception, menarik temanya, tentang insecurity,” ucap Rani. Karya pertama yang ia kumpulkan merupakan karya seni visual berjudul “Epithumeo”.

Dari hasil “iseng” Rani untuk mengumpulkan karya, ternyata ia terpilih untuk menjadi pembuat karya yang akan memamerkan karyanya di acara puncak Artception 2019 pada 8-10 November 2019.  Artception 2019 adalah acara seni yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (HMIK UI).  Acara ini dimaksudkan untuk memberikan wadah kepada mahasiswa Ilmu Komunikasi UI untuk berkarya dengan tema yang telah ditentukan. Jenis karya yang dipamerkan dalam acara ini adalah fotografi, desain grafis, dan puisi. Proses untuk dapat menjadi artist dalam acara ini yaitu mengumpulkan karya, seleksi oleh para pelatih sesuai bidang, pelatihan, lalu pameran.

Berbagai instalasi karya di Artception 2019 (9/11/19)

Tahun ini, Artception 2019 membawa tema “Beyond the Barriers” yaitu mengenai insecurity atau perasaan tidak aman. Hastri Dwi (19), Ketua Pelaksana Artception 2019, saat diwawancarai (9/11/19) mengatakan tema ini diangkat karena sesuai dengan keadaan yang ada pada mahasiswa Ilmu Komunikasi UI. Ia mengetahui hal tersebut ketika menyebarkan jajak pendapat.

Insecurity dirasakan oleh Rani sebagai orang yang selalu memikirkan apa kata orang lain. Menurutnya, melalui acara ini dia dapat membantu dia untuk mengekspresikan apa yang dia rasakan selama ini. Melalui karyanya yang berjudul “The New Life of Palmistry”, ia menumpahkan segala perasaannya. Nama tersebut terinspirasi dari palmistry, yang dahulu kala dipercaya dapat membaca kehidupan orang lain melalui garis tangan. Makna “new life” atau kehidupan baru terinspirasi dari sudut pandang Rani bahwa zaman sekarang banyak orang yang berlagak seperti palmistry. Banyak yang mudah menghakimi kehidupan orang lain.

Karya desain grafis yang ditampilkan pada Artception 2019 (9/11/19)

Karya yang dikerjakan selama kurang lebih tiga minggu itu terpampang di dekat jendela toko Mata Lokal, M Bloc Space, Jakarta Selatan. Terlihat satu tangan bercat kuku merah yang muncul dari lumpur. Tidak seperti biasanya, pada telapak tangan terdapat mulut bergigi taring dengan lidah terjulur.

Karya Rani berjudul "The New Life of Palmistry" di Artception 2019 (9/11/19)
Rani mengatakan makna dari karyanya itu adalah orang-orang yang berlagak seperti palmistry kini ada di media sosial. Mereka dapat menggunakan tangan mereka untuk mengetik sesuatu yang dapat menyakiti orang lain. Kuku bercat merah menggambarkan tangan yang “cantik”, yang bermakna mungkin dari sisi luar manusia itu baik, tetapi belum tentu di dalamnya juga baik. Lumpur menggambarkan asal tangan itu, yang bisa jadi di dalam lumpur itu adalah makhluk yang jahat.

Melalui pameran Artception 2019, Rani merasa perasaannya terwadahi. Menurutnya, pameran ini merupakan titik awalnya untuk terus berkarya. Ia akan lebih sering lagi untuk berkarya lalu memamerkannya kepada publik.

Keyword: Artception, Karya, Insecurity

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About me


Welcome to my page. As a journalism studies student, i post my writings here. Feel free to discuss about topics on my writings. Cheers!

Popular Posts

  • Yang Ditunggu Saat 'Pulang' ke Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur
    “Ngangeni”. Itu lah satu kata yang dilontarkan Jaya Indra Hermawan, pemudik asal Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur ketika dita...
  • Beda Manajemen Sampah Tiap Fakultas di UI Sebabkan Inefisiensi Pengolahan Sampah
    Masing-masing fakultas di Universitas Indonesia memiliki regulasi yang berbeda dalam manajemen pemilahan sampah. Hal ini dapat berpengaruh...
  • Unjuk Startup Karya Anak UI di COMPFEST 2019
    Suasana acara COMPFEST 2019 di Balairung Universitas Indonesia (29/9/2019) COMPFEST 2019 memberikan kesempatan kepada Mahasiswa Univ...

Search This Blog

recent posts

Blog Archive

  • December 2019 (2)
  • November 2019 (2)
  • October 2019 (3)
  • September 2019 (2)
  • June 2019 (1)
  • May 2019 (3)
  • April 2019 (2)
  • March 2019 (3)

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram

Report Abuse

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates