• Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
facebook twitter instagram pinterest Email
Powered by Blogger.

/ha●la●man/


Sebelum memasuki libur lebaran, mahasiswa  Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia harus menghadapi Ujian Akhir Semester terlebih dahulu. Ujian Akhir Semester Ganjil ini dimulai dari tanggal 20 Mei sampai 31 Mei 2019. Untuk mahasiswa semester 6, tidak ada lagi bentuk ujian yang bersifat dikerjakan langsung di dalam kelas. Kini mereka mengerjakan UAS dengan bentuk take home atau dikerjakan di luar kelas. Pengerjaan ujian dapat dilakukan secara individu maupun kelompok tergantung dari perintah dosen.

Hasil pengerjaan ujian dikumpulkan ke dosen sesuai dengan waktu yang ditentukan. Waktu pengumpulan ujian tergantung dari kebijakan dosen kelas masing-masing. Terkadang dalam satu hari terdapat tiga ujian yang harus dikumpulkan. Dikarenakan ada tugas individu serta kelompok, masing-masing mahasiswa dituntut untuk dapat mengatur waktunya sebaik mungkin agar tidak keteteran. Ada dua tipe mahasiswa dilihat dari karakter pengaturan waktu dalam mengerjakan ujian. Pertama, mahasiswa yang mengerjakannya dengan cara mencicil dari jauh hari. Kedua, mahasiswa yang mengerjakan ujian dekat dengan batas waktu pengumpulan atau akrab disebut deadliner.

Talitha Eza, 20 tahun, mahasiswa peminatan periklanan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia mengaku sebagai tipe mahasiswa yang pertama. Ia sudah mencicil dua soal ujian dari delapan mata kuliah yang diambilnya semester ini. Menurutnya, dengan mencicil akan membuat dia lebih tenang karena masih ada tugas kelompok yang pengerjaannya bergantung pada ketersediaan waktu anggota kelompok lainnya. Jika ia harus kerja kelompok pada waktu yang mendadak, ia akan merasa tenang karena tidak perlu memikirkan lagi tugas individunya yang sudah selesai sebelumnya. Akan tetapi, Talitha pernah menjadi deadliner pada semester ini sebanyak dua kali. Ia merasa tidak tenang jika mengerjakan tugas dekat dengan batas waktu pengumpulan


Berbeda dengan Ruth Audrey, 21 tahun, mahasiswa peminatan hubungan masyarakat Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia. Ia sudah terbiasa menjadi deadliner. Bahkan, ia nekat mengerjakan ujian individu pukul 12.00. Padahal ujiannya paling maksimal dikumpulkan pukul 15.00 hari itu juga. Alasannya karena ia tidak berminat dengan topik ujiannya. Selain itu, pada hari yang sama terdapat tugas kelompok yang mengharuskannya menyingkirkan ujian individu. Menurut Ruth, ia terbiasa menjadi deadliner mengerjakan tugas dekat batas waktu. Ia merasa pola pengerjaan seperti itu sudah terbentuk sehingga akan lebih produktif jika menjadi deadliner. Ruth sering merasa menyesal dengan kebiasaannya, tetapi memutuskan untuk mempertahankan kebiasaan tersebut.


Jika dilihat dari perspektif psikologis, menurut Ellang Jaya, Junior Research di Kelompok Kesehatan Mental Komunitas Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, deadliner ini memiliki istilah prokrastinasi. Prokrastinasi merupakan perilaku menunda suatu pekerjaan, lalu melakukan perilaku yang sebenarnya tidak produktif. Perilaku ini merupakan cara untuk mengatasi (coping) stress. Ellang mengatakan ada dua jenis coping stress.


Ellang menambahkan, perilaku prokrastinasi ini dapat menimbulkan kecemasan sehingga menyebabkan performa yang tidak baik dalam mengerjakan tugas. Selain itu, prokrastinasi dapat menimbulkan perasaan bersalah karena ketidakpuasan terhadap hasil dari apa yang dikerjakan. Ia akan merasa tugas itu tidak sepenuhnya menggambarkan kemampuannya.

Agar tidak menjadi deadliner, ada beberapa cara yang dapat kita lakukan. Pertama, kita harus menyadari apa dampak dari perilaku itu terhadap kita. Kedua, ketika kita sadar bahwa perilaku itu merusak diri, kita harus meminta bantuan dan saran orang lain. Dengan begitu, kita akan lebih tenang menjalani Ujian Akhir Semester maupun ujian-ujian lainnya.


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Keramaian Bazaar Ramadhan di Pasar Benhil, Jalan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat pada Sabtu, 18 Mei 2019

Pasar Benhil selalu menjadi tempat untuk mencari takjil setiap bulan Ramadhan. Bazaar Takjil Ramadhan rutin dilaksanakan setiap taunnya. Terletak di Jalan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, tempat ini menjadi salah satu pilihan para pencari takjil. Pengunjung yang datang tidak hanya dari Jakarta saja khususnya di akhir pekan.  Anna, salah satu pengunjung dari Bogor, mencari takjil untuk menu berbuka puasa pada Sabtu, 18 Mei 2019.



Tidak hanya pembeli, para penjual pun berasal dari luar Jakarta. Salah satunya adalah Ahmad Yani. Penjual takjil ini datang dari Indramayu untuk menjual gorengan, kue, dan kolak baik masakan sendiri maupun titipan orang lain. Ia sudah 15 tahun datang ke Jakarta setiap bulan Ramadhan untuk ikut meramaikan bazaar takjil di Pasar Benhil. Menurutnya, akhir pekan menjadi keuntungan untuknya karena pengunjung yang datang lebih ramai dari hari biasa.



Harga takjil yang dijual mulai dari dua ribu rupiah sampai 15 ribu rupiah. Pilihannya bermacam-macam, mulai dari yang asin sampai manis. Tidak hanya takjil, banyak makanan berat yang dapat dibeli untuk persiapan makan malam maupun saat sahur. Jika berkunjung ke sini saat akhir pekan, bersiaplah untuk menghadapi keramaian pengunjung dari berbagai kota.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Studi IQ AirVisual mengenai kualitas udara di dunia menyatakan DKI Jakarta sebagai kota paling berpolusi di tahun 2018. Rata-rata harian kualitas udara ibu kota Indonesia pada tahun itu adalah 45,3 mikrogram per meter kubik udara. Angka tersebut melampaui  rata-rata harian kualitas udara normal yang ditetapkan World Health Organization (WHO) sebesar 25 mikrogram per meter kubik. Sebagian besar faktornya adalah emisi gas yang dikeluarkan alat transportasi.



PT. Transportasi Jakarta kemudian menggagas alat transportasi yang berbeda. Dua jenis transjakarta sebelumnya menggunakan bahan bakar solar dan gas. Kali ini, PT. Transportasi Jakarta mengeluarkan bis listrik dengan menggunakan baterai.  Direktur Utama PT. Transportasi Jakarta, Agung Wicaksono, memberikan penjelasan urgensi penggunaan bus listrik.





Pengenalan bus listrik transjakarta dilakukan di Car Free Day (CFD) di sekitaran Bundaran HI pada Minggu, 4 Mei 2019. Terdapat 2 unit bus listrik yang dapat dinaiki oleh pengunjung untuk melihat-lihat sekaligus bertanya kepada beberapa teknisi yang ada di acara tersebut. Salah satu teknisi, Indarto Sobari, membagikan informasi mengenai keunggulan dari bus listrik transjakarta.



Para pengunjung diberikan kebebasan untuk masuk ke dalam bus dan menikmati fasilitas yang tersedia. Salah satu pengunjung, Alif, memberikan impresi saat pertama kali menaiki bus listrik.



Bus listrik akan melaksanakan masa uji coba jika Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sudah keluar. Masa uji coba akan dilaksanakan selama 6-12 bulan. Rute uji coba bus listrik yang diusulkan adalah Koridor 1 (Monas - Bundaran Senayan) dan Koridor 6 (Ragunan - Kuningan) dengan jam operasional pukul 05.00 - 22.00 WIB.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Pesta demokrasi terbesar di Indonesia dengan menggabungkan pemilihan eksekutif dan legislatif telah dilaksanakan. Tempat pemungutan suara sudah terisi oleh masyarakat yang memilih sejak pukul 7 pagi Rabu, 17 April 2019. “Tinta ungu” di ujung jari menjadi ciri telah mencoblos pilihan kita di balik bilik suara.

Pesta tidak hanya dinikmati masyarakat, tetapi juga beberapa penjaja barang dan jasa. Potongan harga maupun promosi dengan menunjukkan jari berwarna ungu menjadi tren pada pemilihan umum tahun ini. Salah satunya dilakukan gerai kecantikan di Mall Botani Square, Bogor. Sejak pukul 11 siang, toko ini ramai didatangi pengunjung. Mulai dari yang iseng mencoba produk sampel, sampai menyerahkan uangnya ke kasir untuk memenuhi promosi beli 2 gratis 1.


Gerai yang memberikan promosi di hari pemilu memberitahu khalayak melalui media sosial ataupun surat elektronik sehari sebelumnya. Menurut Riska Agustiani, Make Up Expert di gerai kecantikan ini hal tersebut merupakan teknik agar di hari biasa pelanggan datang normal dan mengalami peningkatan pendapatan di hari pemilu.



Adella Sera, salah satu pengunjung dan pembeli produk di gerai kecantikan ini datang setelah menggunakan hak pilihnya. Menurutnya, ikut memilih bukan  untuk mengincar promosi di hari pemilu. "Kalo enggak milih nanti kita enggak berkontribusi buat negara," ucap Adella saat diwawancara.


Keramaian toko ternyata menjadi daya tarik pengunjung lain yang tidak mengetahui adanya diskon di hari pemilu. Safira Tista, salah satu pembeli baru mengetahui ada promosi gerai kecantikan ini saat dia berkunjung setelah mencoblos pilihannya di TPS. 


Bentuk promosi ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang telah menggunakan hak pilihnya, sekaligus menjadi peluang bagi para penjual untuk meraup untung. Promosi besar-besaran dengan hanya menunjukkan jari yang tercelup tinta ungu diadakan di hari pemilu saja. Untuk itu, para pelanggan memanfaatkan momen ini dengan membeli produk dengan harga yang lebih murah.



Antrean panjang tidak menghalangi pembeli untuk memanfaatkan momen ini. Para penjual memberikan promosi yang tidak seperti biasanya sehingga menarik minat pembeli.  "Berburu diskon" di hari pemilu menjadi sebuah tren baru di kalangan masyarakat Indonesia.


Tidak hanya pembeli yang mendapatkan untung, penjual mendapatkan untung berkali-kali lipat dari penjualan hari biasa. Di gerai kecantikan ini, mereka berhasil menjual ribuan produk dibandingkan hari biasanya. Mereka mengalami peningkatan pendapatan melalui promosi yang diberikan di hari pemilu. 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif (tengah), menjawab pertanyaan peserta Pemutaran Film & Ngobrol Santai dengan KPK di Erasmus Huis, Kuningan, Jakarta Selatan. (27/03/2019)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak masyarakat Indonesia untuk mencegah korupsi melalui pemutaran dan diskusi film. Tiga film diputarkan pada Rabu, 27 Maret 2019 dari hasil karya para peserta Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) yang telah lulus kurasi oleh KPK tahun lalu.

Pemutaran film dan diskusi "santai" bersama Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif dilaksanakan di Erasmus Huis, Kuningan, Jakarta Selatan. KPK turut mengundang salah satu sutradara film "Sekeping Tanggung Jawab" yang lulus kurasi, Fitto E. Arunfieldo, untuk membagikan pengalamannya dalam proses pembuatan film. Fitto mengakui alasannya ikut kompetisi ACFFEST 2018 berangkat dari keresahannya.



Film-film yang diputarkan mendapatkan apresiasi dari para penonton karena dapat menyampaikan ironi dalam komedi. Nilai anti korupsi yang disampaikan melalui film diperlihatkan dari hal kecil dalam keseharian kita.

Menurut Laode, pencegahan korupsi dapat dimulai dari hal kecil seperti di rumah dan sekolah. Ia menambahkan, kampanye untuk menanamkan pencegahan korupsi lebih baik disalurkan melalui media lain yaitu film sambil didiskusikan agar pesannya dapat tersampaikan.

Laode berharap awak media ikut membantu KPK dalam mencegah korupsi dengan meliput kegiatan seperti diskusi film ini, tidak hanya saat KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) saja.



Film yang lulus kurasi pada ACFFEST 2018 akan disebarluaskan di media sosial KPK. Selain itu, KPK berencana untuk memutarkan film tersebut sebagai teaser di bioskop. KPK juga bersedia untuk diundang instansi atau komunitas yang ingin berdiskusi mengenai pencegahan korupsi melalui pemutaran film. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang melihat film ini akan mengenal nilai kejujuran dari tanggungjawab kecil.

Reporter: Naura Nady Salsabila

Artikel ini untuk memenuhi tugas Audio Reporting mata kuliah Multimedia News Reporting
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Akhir pekan bagi sebagian mahasiswa merupakan waktu yang ditunggu-tunggu setelah beraktivitas di kampus selama lima hari. Ada yang pergi berlibur, pulang ke rumah orang tua, atau melanjutkan istirahat di kos maupun rumah. Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, Ruth Audrey, pada pukul 7.30 pagi sudah siap untuk beraktivitas di hari Sabtunya. Ia akan membagikan ilmunya kepada mahasiswa dari UPN “Veteran” Jakarta.



Untuk sampai ke tempatnya mengajar, Ruth menempuh perjalanan dengan beberapa kendaraan umum. Ruth berangkat dari kosnya yang terletak di belakang Universitas Indonesia (UI) menuju halte Fakultas Teknik UI untuk menunggu Bis Kuning (Bikun) yang dapat mengantarkannya ke Stasiun Universitas Indonesia.

Ruth berjalan menuju Halte Bikun Fakultas Teknik UI

Ruth menaiki Bis Kuning

Sesampainya di Stasiun UI, Ruth menaiki Kereta Rel Listrik (KRL) arah Jakarta lalu turun di Stasiun Lenteng Agung. Ia menghabiskan ongkos untuk KRL sebesar Rp3000. Dari Stasiun Lenteng Agung, untuk sampai ke tempat mengajarnya ia memesan ojek online yang menghabiskan ongkos sebesar Rp12.000. Perempuan berusia 20 tahun ini tidak khawatir dengan uang yang ia keluarkan untuk ongkos karena startup yang menaunginya sebagai guru, The Maps, memberikan uang akomodasi sebesar Rp30.000.



Perjalanan dari Depok menuju Pondok Labu menghabiskan waktu selama 1 jam. Ruang kelas tempatnya mengajar terletak di Fakultas Hukum UPN "Veteran" Jakarta. Walaupun kelasnya berada di Fakultas Hukum, murid yang diajarkan Ruth berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.




Kelas tempat Ruth mengajar


Kelas dimulai pukul 09.00, Ruth sudah tiba di kelas setengah jam sebelumnya. Sambil mengisi waktu luangnya, ia mempersiapkan soal-soal untuk mengulas kembali pelajaran yang dia ajarkan minggu lalu.


Hampir pukul 09.00, para murid kelas itu mulai berdatangan. Total yang datang hari ini ada 13 orang. Menurut Ruth, biasanya murid yang datang bisa sampai 25 orang, sisanya sedang menghadiri acara wisuda yang dilaksanakan UPN "Veteran" Jakarta.

Ruth mengajar di kelas

Murid di kelas yang sedang memerhatikan Ruth

Salah satu murid baru memperkenalkan diri

Kelas diawali dengan ulasan materi minggu lalu dengan soal-soal menggunakan konsep games. Para murid yang usianya tidak jauh dari Ruth, sekitar 17-21 tahun, mengikuti kelas yang diadakan The Maps untuk belajar grammar dasar. Hari ini, mereka akan belajar lebih lanjut mengenai past tense.


Satu jam telah berlalu. Materi telah disampaikan Ruth dan pertanyaan para murid telah terjawab. Waktu menunjukkan tepat pukul 10.00, saatnya para murid saling mengevaluasi satu sama lain dengan setiap orang dalam kelompoknya membaca suatu artikel lalu diceritakan kembali isi artikel tersebut. Para murid satu sama lain menilai bagaimana tata bahasa yang digunakan dan pengejaan yang disampaikan. Ruth memantau masing-masing kelompok lalu menulis ulang kata yang masih dieja dengan salah.




Setelah selesai aktivitas evaluasi, Ruth mengoreksi beberapa ejaan yang masih salah dieja oleh murid-muridnya. Selesainya sesi ini menandakan telah berakhir kelas hari ini. Para murid akan kembali lagi mengikuti kelas Sabtu depan.








Menurut Ruth, menghabiskan waktu 2 jam pada hari Sabtu untuk mengajar tidak mengganggu waktu liburan ataupun istirahatnya. Dari kegiatan mengajar tersebut, ia mendapatkan pengalaman baru yang tidak bisa didapatkan di kampus. Ia merasa dari kegiatan mengajar ini dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi baik di depan umum maupun secara personal. Selain itu, ia mendapatkan pemasukan di luar biaya akomodasi yang dapat mengurangi uang bulanan yang diberikan kedua orang tuanya. Ruth merasa senang dapat membagikan ilmu yang ia kuasai. Menurutnya, mengisi kegiatan di luar kampus harus diikuti dengan minat dan kemampuan yang kita kuasai.









Reporter: Naura Nady Salsabila
Fotografer: Naura Nady Salsabila
NPM: 1606916541

(tulisan untuk memenuhi tugas Photo Essay Multimedia News Reporting)
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts

About me


Welcome to my page. As a journalism studies student, i post my writings here. Feel free to discuss about topics on my writings. Cheers!

Popular Posts

  • Akhir Pekan Ramadhan di Pasar Benhil
    Keramaian Bazaar Ramadhan di Pasar Benhil, Jalan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat pada Sabtu, 18 Mei 2019 Pasar Benhil selalu menjadi te...
  • Merayakan Bulan Bahasa dengan Menulis Kreatif di Falasido UI Jilid XIII
    Zarry Hendrik (kiri) sebagai pembicara dalam lokakarya penulisan kreatif di Falasido UI Jilid XIII (28/10/2019) Penulisan kreatif   me...
  • Hari Seni Rupa FISIP UI 2019: Merefleksikan Diri Akan Konformitas
    Pameran karya Hari Seni Rupa FISIP UI 2019 di Hadiprana Art Centre, Jakarta Selatan. (11/10/2019) Di tahun kedua penyelenggaraannya, ...

Search This Blog

recent posts

Blog Archive

  • December 2019 (2)
  • November 2019 (2)
  • October 2019 (3)
  • September 2019 (2)
  • June 2019 (1)
  • May 2019 (3)
  • April 2019 (2)
  • March 2019 (3)

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram

Report Abuse

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates